Rabu, 02 Januari 2013

Melihat Ulang 06: My Neighbor Totoro (1988)

   My Neighbor Totoro menceritakan tentang sebuah keluarga yang baru pindah ke desa yang bernama Matsugo. Keluarga ini bernama Kusakabe. Bapak Kusakabe mempunyai dua orang anak perempuan yang bernama Satsuki dan Mei, yang merupakan adik dari Satsuki. Kepindahan mereka ini dikarenakan ingin dekat dengan rumah sakit di mana Ibu dari Satsuki dan Mei dirawat.
   Di desa Matsugo, mereka menempati sebuah rumah yang sudah sangat tua. Seorang anak laki-laki dari tetangga baru mereka, Kanta, mengatakan kepada Satsuki bahwa rumah yang mereka tempati sekarang itu berhantu. Hal ini membuat Satsuki sebal.
    Pada suatu hari, di saat Ayah mereka sibuk bekerja dan Satsuki sedang pergi sekolah, Mei menemukan sebuah makhluk putih kecil yang mirip dengan berang-berang/kelinci. Mei mengejar makhluk ini hingga dia masuk ke sebuah lubang yang terletak di bawah pohon besar. Masuk ke dalam lubang, Mei menemukan sebuah versi besar dari makhluk tersebut yang bernama Totoro. 
   Totoro menjadi teman dan "tetangga" yang baik dan penuh kejutan bagi Mei dan juga Satsuki. Maka dimulailah pertemanan mereka yang hanya bisa terjadi dengan sebuah hati yang polos dan baik.
   Film Animasi Jepang ini aslinya berjudul Tonari no Totoro. Film animasi ini merupakan film animasi produksi Studio Ghibli yang namanya sudah terkenal di Jepang, bahkan beberapa animator di Amerika sendiri mengakui kualitas film yang dihasilkan studio ini. Seperti John Lasseter, orang dibalik kesuksesan trilogi Toy Story.
   Dengan tema persahabatan dan kekeluargaan, My Neighbor Totoro menyajikan cerita yang sederhana tapi menyentuh. Animasi yang masih sederhana (karena rilisnya di akhir dekade '80-an), ga seperti zaman sekarang, ga mengurangi kualitas yang mumpuni dalam film ini.
   Film ini menyajikan kasih sayang yang hangat antara teman dan keluarga. Hal ini dibuktikan dalam salah satu scene di mana Mei memetik sebuah jagung, dan hanya akan memberikan jagung tersebut kepada Ibunya. Keakraban antara Mei dan Satsuki juga menjadi kekuatan dari film animasi ini.
   Gw sebenernya masih awam dengan film-film animasi rilisan Studio Ghibli, gw baru nonton dua film produksi studio ini, Spirited Away dan film ini. Tapi gw suka dengan My Neighbor Totoro ini. Film animasi yang bagus ga berarti harus menyajikan teknologi yang canggih aja, tapi cerita dan pesan yang disampaikan juga penting untuk nyiptain sebuah film animasi yang berkualitas.

My Rating: 7.5/10

Jumat, 28 Desember 2012

Melihat Ulang 05: The Expendables 2 (2012)

   Sylvester Stallone kembali mengumpulkan aktor-aktor laga kondang di The Expendables 2. Arnold Schwarzenegger dan Bruce Willis mendapat porsi lebih dibanding di seri sebelumnya. Dan tentu ada tambahan aktor-aktor laga yang di seri sebelumnya tidak ikut main, seperti Jean-Claude Van Damme dan Chuck Norris.
   Tim Expendables yang dipimpin oleh Barney Ross kembali mendapat misi baru dalam film ini. Misi yang diberikan oleh Church adalah mengambil kembali sebuah benda yang berada di bangkai pesawat di Albania. Benda tersebut adalah sebuah komputer, yang terdapat informasi lokasi 5 ton plutonium milik Uni Soviet pada zaman Perang Dingin di dalamnya. Church mengirim wanita bernama Meggie Chan bersama tim ini.
   Setibanya di sana, mereka berhasil mendapatkan komputer tersebut. Tapi, sekumpulan orang bernama Sangs mencegat mereka. Dipimpin oleh seorang penjahat yang bernama Villain, mereka menyandera sniper dari tim Expendables yang bernama Billy The Kid dengan maksud menukarkan Billy dengan komputer tersebut.
   Kalah jumlah dengan Sangs, Barney bersedia memberikan komputer itu ke Villain dan kawanannya. Namun, begitu Villain mendapatkan komputer tersebut, Billy malah dibunuh olehnya dan kabur. Maka, dimulailah misi balas dendam Expendables kepada Villain dan kawanan Sangs-nya.
   The Expendables 2, memang hanya menawarkan aksi-aksi laga dengan porsi melimpah dan aktor-aktor laga lintas generasi yang namanya sudah mendunia seperti Sylvester Stallone, Jason Statham, Liam Hemsworth, Bruce Willis, Chuck Norris, dan Jean-Claude Van Damme. Lalu ditambah kehadiran seorang wanita di tim Expendables ini bernama Meggie Chan yang diperankan oleh Yu Nan.
   Plot, cerita, dan akting para pemainnya tidaklah penting. Yang penting di sini adalah para aktor laga terkenal berkumpul dan melakukan aksi-aksi sadis mereka. Gw yang suka dengan film-film yang menawarkan aksi sadis, cukup termanjakan dengan menonton film ini.
   Satu nilai plus lagi dari film ini adalah porsi laga yang bertambah buat Bruce Willis dan Arnold Schwarzenegger. Khusus Bruce Willis, gw suka sama dia yang bermain laga di Die Hard dan cukup puas sama penampilannya di film ini. Dan ga lupa juga Chuck Norris yang akhirnya muncul di seri film ini yang emang dewanya film laga.
   Sekali lagi, emang film ini adalah misi Sylvester Stallone mengumpulkan aktor-aktor laga lintas generasi dan  memang cuma menawarkan aksi-aksi laga yang sadis. Jadi acuhin aja jalan ceritanya dan enjoy aja sama aksi-aksi laganya.

My Rating: 6/10

Sabtu, 22 Desember 2012

Melihat Ulang 04: 5 cm (2012)

   Satu lagi film Indonesia yang mengadaptasi sebuah novel laris, 5 cm. Novelnya sudah lebih dulu laris. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film 5 cm diisi oleh jajaran aktor dan aktris terkenal. Belum lagi ditambah penampilan perdana Igor 'Saykoji' dan pebasket Denny Sumargo di sebuah film layar lebar. 5 cm merupakan film Indonesia yang paling diantisipasi di akhir tahun ini. Apalagi rilis filmnya di tanggal cantik, yaitu 12-12-2012.
   5 cm menceritakan tentang 5 sahabat yang selalu bersama. 5 sahabat ini adalah Zafran, Genta, Riani, Arial, dan Ian. Mereka punya ciri khas dan keunikkan masing-masing. Seperti Zafran, orang yang sangat menyukai seni, khususnya puisi dan terobsesi dengan Dinda, adik dari Arial. Lalu ada Ian yang tidak bisa lepas dari menyantap mie instan. Saking akrabnya mereka, mereka selalu melewatkan akhir pekan bersama-sama.
   Sampai pada suatu saat di akhir pekan yang biasa mereka lalui bersama, Genta merasa bosan dengan kehidupan monoton yang mereka jalani. Ternyata tidak hanya Genta saja yang merasa begitu, yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Maka mereka memutuskan untuk tidak bertemu dan berkomunikasi dalam bentuk apapun selama 3 bulan. Namun, Genta mempunyai rencana yang matang namun masih rahasia untuk merayakan pertemuan mereka kembali di tanggal 14 Agustus nanti.
   3 bulan mereka lalui dengan berbagai kegiatan yang sebelumnya tidak bisa mereka lakukan selama mereka  bersama. Lalu, tiba di mana Genta mengabari keempat sahabatnya yang lain rencana perayaan pertemuan mereka kembali. Mereka berlima berkumpul kembali (ditambah dengan Dinda) di Stasiun Senen dan berangkat menuju Malang.
   Tujuan utama mereka adalah Mahameru, sebuah gunung dengan puncak tertinggi di Jawa. Mereka mengejar mimpi bersama dengan simbol mendaki gunung Mahameru dan berusaha membuat mimpi mereka hanya berjarak 5 cm dari kening. Sebuah pengalaman yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup dan mengubah hidup mereka ke depannya.
   5 cm, sebuah film dengan tema persahabatan. Sebenarnya sudah umum tema persahabatan yang diangkat dari novel difilmkan. Terasa spesial karena film ini diadaptasi dari sebuah novel best seller Indonesia, disutradarai oleh Rizal Mantovani, dibintangi oleh aktor-aktris muda terkenal, dan pemandangan wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur serta puncak gunung Mahameru yang sangat indah.
   Semua aktor-aktris utamanya memainkan perannya dengan cukup baik. Denny Sumargo yang baru pertama kali bermain di film layar lebarpun tidak terlalu kaku dalam memainkan perannya sebagai Arial. Kredit khusus gw kasih buat Herjunot 'Junot' Ali dan Igor 'Saykoji'. Kedua dari mereka memerankan peran mereka masing-masing (Junot sebagai Zafran dan Igor sebagai Ian) dengan sangat baik. Humor yang mereka sampaikan cukup membuat gw tertawa lepas. Hanya, Pevita Pearce sebagai Dinda yang gw rasa kurang penampilannya.
   Gw sebagai penikmat filmnya saja, ga ngebaca novelnya, ngerasa beruntung karena di akhir perjalanan mereka tersimpan kejutan yang ga gw sangka. Satu hal yang ga mungkin dirasain penonton yang juga membaca novelnya lebih dulu. Dan film ini ngebuat gw semakin tertarik dengan kegiatan-kegiatan dengan "mengakrabkan diri" dengan alam kayak mendaki gunung. Lebih lanjut lagi, Raline Shah mencuri perhatian gw banget.
   Orang Indonesia yang hobi mencela kebanyakan film-film Indonesia yang ga berbobot tapi kenyataannya ga nonton film-film Indonesia yang berkualitas juga harus nonton film ini. Apalagi di film ini tersimpan nilai-nilai nasionalisme.

My Rating: 7/10